Protes Pembakaran Quran Meluas, Kedubes AS Di Afganistan Ditutup

|

Islamedia - Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan ditutup sementara.

Penutupan ini akibat aksi demo besar-besaran yang memprotes pembakaran Alquran di markas utama NATO di Afghanistan.


"Kedubes telah ditutup, semua perjalanan dihentikan. Mohon agar setiap orang berhati-hati di luar sana," demikian disampaikan lewat akun Twitter resmi Kedubes AS di Kabul, seperti diberitakan Reuters, Rabu (22/2/2012).

Dalam demo tersebut, sekitar 1.000 orang demonstran berkumpul dan meneriakkan "Matilah Amerika!". Aksi demo ini telah memasuki hari kedua setelah pada Selasa, 21 Februari kemarin, aksi proptes serupa terjadi di luar pangkalan udara Bagram.

Aksi demo hari ini diwarnai oleh insiden penembakan. Seorang demonstran dilaporkan tewas tertembak dan sekitar 20 lainnya luka-luka dalam peristiwa itu. Tembakan itu dilepaskan ke arah demonstran ketika mereka melewati garis polisi dan memecahkan kaca mobil. Tembakan itu dilepaskan oleh polisi namun ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak keamanan Afghanistan.

"Ketika Amerika menghina kita sampai pada tingkat ini, kami akan bergabung dengan pemberontak," kata salah seorang demonstran, Ajmal (18).

Beberapa kejadian di masa lalu telah menyebabkan kebencian yang mendalam di antara warga Afghanistan atas puluhan ribu tentara asing di Afghanistan. Para kritikus menyebut pasukan Barat gagal mengatasi kepekaan agama dan budaya negara tersebut.

Kemarahan para demonstran bermula ketika para pekerja Afghanistan menemukan potongan salinan Alquran yang hangus di pangkalan udara Bagram. Pemerintah AS dan pimpinan NATO di Afghanistan telah meminta maaf atas insiden tersebut dan berjanji akan menyelidikinya hingga tuntas. [det/im]

Artikel Terkait