ICW, LSM Anti Korupsi yang Nyambi Anti Rokok. Apa Motifnya?

|

Islamedia - Sesuai namanya, Indonesia Corruption Watch, ICW seharusnya fokus menangani masalah korupsi. Tapi ini menarik, ICW juga aktif dalam kampanye anti rokok. Agak tidak nyambung. Motifnya apa kira-kira?

Adalah Wisnu Brata, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) yang menuding ICW menerima dana dari Bloomberg Initiative, perusahaan asing Amerika Serikat sebesar 45,470 dollar.

Bloomberg Initiative adalah lembaga yang diinisiasi oleh Wali Kota New York, Michael Bloomberg. Menurut Wisnu Brata, lembaga tersebut adalah lembaga bayangan dalam rangka melakukan ekspansi bisnis obat. Hal itu diketahui karena Michael Bloomberg adalah salah satu pengusaha yang bergerak di bidang obat anti-rokok.

Uang 45,470 dollar itu bila dalam kurs rupiah Rp 9000 adalah sebesar Rp 409,230,000. Angka yang cukup fantastis.

Bila ditelusuri siapakah Michael Bloomberg itu, laman citymayors.com menyediakan data mengenai mengenai Walikota Newyork yang terpilih sejak 2002 lalu. Bloomberg lahir di keluarga Yahudi-Amerika pada 14 Februari 1942 di kota Medford, Massachusetts. Bloomberg juga dikenal sebagai politisi pro Israel. Ia pernah mengecam Hamas pada 2009 lalu dengan mengatakan, "Bahwa mereka menempatkan manusia pada bahaya, adalah sebuah kebiadaban. Jika Hamas fokus membangun negaranya daripada mencoba menghancurkan negara lain, maka orang-orang tak kan cedera atau terbunuh."
 
Sebagai politisi, tentu Michael Bloomberg selalu punya misi politis di setiap kampanye yang ia lakukan.  Apakah uang ratusan juta rupiah yang digelontorkan kepada ICW itu hanya sebatas kampanye anti-rokok? Kedua pihak memegang rahasia itu.

Artikel Terkait